|
Sabtu, 01 Mei 2010 15:59 |
JAKARTA, KOMPAS.com - PT XL Axiata (XL) akan menggelar kajian terhadap implementasi LTE (long term evolution) di Indonesia. Kajian tersebut untuk menilai kelayakannya sehingga saat digelar langsung bisa diserap pasar.
Kajian persiapan uji coba tersebut akan dilakukan XL dengan menggandeng Ericsson. Penandatanganan nota kesepahaman kedua belah pihak dilakukan di Jakarta, Senin (26/4/2010).
"Satu teknologi baru tidaklah mudah diaplikasikan," kata Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL. "Kita mau belajar semua aspek sehingga pada waktunya efektif," lanjutnya.
Hasnul mengatakan pihaknya tidak ingin implementasi LTE senasib 3G yang tidak segera diserap karena pasar belum siap. Menurutnya kajian tersebut akan mempelajari semua aspek baik dari sisi teknis, regulasi, dukungan handset, hingga kesiapan konten dan ekpektasi konsumen.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Sabtu, 01 Mei 2010 15:58 |
HELSINKI, KOMPAS.com — Menjelang pengumuman laporan keuangan selama kuartal terakhir Januari-Maret 2010, Nokia mengumumkan penurunan harga sejumlah ponsel buatannya. Rata-rata penurunan harga sebesar 10 persen untuk hampir semua seri yang tersedia di pasar dengan tingkat penurunan paling tajam pada ponsel seri E.
"Nokia tengah berjuang dalam persaingan dengan Apple dan Research In Motion di pasar ponsel kelas atas, dan melihat harga yang lebih murah sebagai senjata ampuh untuk mempertahankan pangsa pasarnya," kata analis yang dikutip Reuters, Kamis (22/4/2010).
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Selasa, 27 April 2010 16:06 |
PENJUAL pulsa skala kecil harus bersiap-siap menambah modal jika ingin terus berusaha. Pasalnya, XL Axiata sebagai salah satu operator telekomunikasi mulai menerapkan aturan baru yang membatasi transaksi isi ulang harian bagi non-traditional Dompet Pulsa (dompul) ritel. Aturan itu menjadikan pengusaha server pulsa yang menyediakan isi ulang all operator terancam hanya bisa melakukan 100 transaksi per hari sebelum dompulnya diblokir.
Mengapa hal itu menjadi ancaman bagi usaha pulsa skala kecil? Sebab, dengan adanya jalur distribusi pulsa isi ulang produk prabayar 11 operator, penjual pulsa hanya perlu bermodal satu handphone dengan satu nomor yang berisi saldo mulai kisaran Rp 100 ribuan. ''Tidak perlu menyiapkan banyak handphone untuk melayani kebutuhan pulsa pelanggan. Padahal, tanpa adanya server pulsa all operator, mereka harus membeli sendiri masing-masing chip isi ulang dari setiap operator," papar Ketua Umum Asosiasi Server Pulsa Indonesia (Aspindo) Dwi Lesmana dalam press conference deklarasi Aspindo Wilayah Jatim kemarin (26/4). "Seperti Telkomsel dengan M-Kios, Indosat melalui I-Sev, dan XL dengan dompul yang diisi sekitar Rp 100 ribuan."
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Kamis, 22 April 2010 12:27 |
NEW YORK - Sebuah studi yang dilakukan oleh Juniper Research memprediksi, semakin banyak pengguna seluler yang memaksimalkan ponsel untuk melakukan pembayaran pada tahun 2014 nanti.
Jumlah pengguna mobile payment pada tahun itu akan mencapai lebih dari 50 persen dari total pelanggan seluler yang ada di seluruh dunia. Teknologi tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli barang-barang digital tapi juga produk nyata lainnya. Jumlah ini merepresentasikan pertumbuhan hingga satu miliar pengguna dibandingkan tahun 2010.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |